Desa Towale, Donggala, sentra tenun tradisional Sulawesi Tengah, menjadi panggung istimewa bagi perhelatan bertajuk Networking of Tenun Towale. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya besar Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah untuk mempromosikan warisan budaya lokal ke pasar internasional, khususnya melalui kolaborasi dengan Eco Fashion Week Australia (EFWA). Selasa (9/12/2025).
Acara yang diinisiasi oleh Ketua Dekranasda Sulawesi Tengah, Ir. Sry Nirwanti Bahasoan yang dibersamai langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, Dra. Diah Agustiningsih, M.Pd., terasa sangat istimewa dengan kehadiran Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si yang meresmikan acara. Kehadiran Presiden/CEO EFWA, Dr. Zuhal Kuvan-Mills, seorang tokoh mode dunia yang berfokus pada fesyen berkelanjutan, menjadi jembatan penting dalam memperluas jangkauan tenun Donggala.
Turut hadir, Wakil Bupati Donggala, Taufik Muhammad Burhan, S.Pd., M.Si bersama Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Donggala, Muhammad Arif, S.Sos., M.Si.
Kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga meluncurkan "Buya Subi Project" yang akan berlangsung selama lima tahun (2026-2030). Proyek ini bertujuan untuk:
-Mempromosikan dan memasarkan tenun Donggala ke pasar global.
-Memberikan pendidikan dan pendampingan untuk melestarikan teknik menenun dengan menghubungkan penenun senior dan generasi muda.
-Membawa tenun Donggala, termasuk kain Buya Subi yang memadukan tekstil tradisional dengan konsep desain berkelanjutan, ke ajang Fashion Week internasional.
Puncak acara dimeriahkan oleh peragaan busana yang menampilkan koleksi para desainer lokal, yang seluruhnya menggunakan tenun Donggala. Kolaborasi antara pemerintah, Dekranasda, dan EFWA ini menargetkan Desa Towale sebagai ikon Desa Wisata Budaya Sulawesi Tengah, memastikan bahwa tenun bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga masa depan yang menjanjikan bagi ekonomi masyarakat desa.
